Selamadi Madinah, sahabat Abdurrahman bin Auf merintis bisnis kembali dari nol. Ia terkenal dengan usaha keju dan minyak samin. Setelah itu, tidak membutuhkan waktu lama, laba perdagangan Abdurrahman meningkat. Ia menjadi saudagar lintas negara; dari Yaman, Syam. Bahkan tak sedikit barang-barang yang didatangkan ke Madinah konon berasal dari wilayah China. Abdurrahman bin Auf terkenal sebagai pedagang yang genius sekaligus cerdik. Berikutini telah mengulas cara bisnis menguntungkan ala Abdurrahman bin Auf, 1.Modal mental lebih penting daripada modal harta Mental kaya lebih penting daripada kaya. Abdurrahman memulai bisnisnya dari nol dan mampu mengumpulkan kekayaan lebih banyak karena dia memiliki mental kaya. Abdurrahmanbin Auf punya mindset sukses yang dapat kita tiru. Abdurrahman bin auf adalah sosok inspirasi bisnis islam. kita dapat meniru dan mengambil keteladanan bagi kesuksesan bisnis islam. 2Paham seluk beluk perdagangan Abdurrahman bin Auf tidak hanya bermodalkan harta dan mental kaya. Tapi, beliau juga memahami secara mendalam seluk beluk perdagangan secara teknis di Madinah. Abdurrahman mengetahui kondisi pasar. Sesampainya di Madinah, Abdurrahman mendatangkan minyak samin dan keju dari wilayah lain untuk dijual di Madinah. Sungguhbanyak teladan yang dapat direngkuh dari sepak terjang bisnisnya. Salah satunya adalah pada prinsip manajemen bisnis yang dipegang kuat dan diterapkan secara konsisten dan penuh komitmen sebagai berikut. Tidak sekadar mencari uang, melainkan mencari ridha Allah saja Inilah yang menjadikan beliau berbeda dari pelaku bisnis lainya pada masa itu. Iapun berkata kepada Abdurrahman. "Silahkan ambil separuh hartaku untukmu." Namun, apa jawaban Abdurrahman: "Terima Kasih, Semoga Allah memberkahi hartamu, tunjukkan saja padaku di mana letak pasar!" Pilihan untuk memulai menjalankan perdagangan di pasar itu lah yang menjadi awal dari keberhasilan Aburrahman bin Auf menjadi pengusaha kaya raya. email: putriapria8@gmail.com. Naskah diterima 03 Juli 2017, direview 10 Juli 2017, disetujui 09 Oktober 2017. Abstract: Believed on earth and trusted in the heavens is another name given to LANGIT7ID, Jakarta - Ada 6 cara bikin bisnis sukses ala Sahabat Abdurrahman bin Auf. Saudagar di zaman Nabi SAW ini terkenal dengan kepandaiannya berwirausaha dan kekayaannya. Bahkan, Abdurrahman bin Auf memulai bisnisnya dari nol. Namun, karena dia sering melakukan terobosan tak terduga justru membawanya kepada kesuksesan. Berikuttips rahasia suksesnya Abdurrahman bin Auf dalam berbisnis, di antaranya: 1. Esensi Bisnis. "Saya tidak mau keuntungan yang banyak," kata Abdurrahman bin Auf. Abdurrahman lebih memilih margin sedikit, volume penjualan banyak. Dia memilih untuk menjual produk Rp10 rupiah tetapi terjual banyak, dibandingkan Rp100 ribu hanya terjual satu. Denganharta yang ia miliki dari bisnis tersebut, Abdurrahman bin Auf kemudian menggunakannnya untuk berjuang di jalan Allah SWT. Kisah Abdurrahman bin Auf masuk Islam. Abdurrahman bin Auf adalah salah satu sahabat nabi yang masuk dalam golongan assabiqunal al-awwalun atau golongan yang pertama kali masuk Islam. Sebelum masuk Islam, tepatnya 6zp2st. Ilustrasi dari teman-teman semua, kali ini aku mau sharing sebuah strategi berbisnis, nih. Seperti yang teman-teman ketahui bahwa Islam menganjurkan umatnya untuk berdagang atau berwirausaha. Strategi ini dicontohkan langsung oleh sahabat terkaya Rasulullah yaitu Abdurahman bin Auf. Pastinya Strategi bisnis ini gak hanya menguntungkan di dunia aja, tapi juga di akhirat. Oleh karena itu, strategi apa aja sih yang diterapkan oleh Abdurahman bin Auf ini?Untuk lebih lanjut, yuk simak pembahasan berikut ini!Tunggu... tunggu, memang siapa sih, Abdurahman bin Auf?Abdurahman bin Auf ini merupakan salah satu sahabat Rasulullah yang kaya dan dermawan yang usianya lebih tua 10 tahun dari Rasulullah nih teman-teman. Selain itu, Beliau juga merupakan As-Sabiqunnal Awallun orang-orang yang pertama yang menerima aqidah islam lewat perantara sahabat Abu Bakar As-Siddiq di rumah sahabat Arqam bin Abi Arqam. Lebih keren lagi, beliau juga termasuk dalam salah satu dari sepuluh sahabat Rasulullah yang dijamin masuk surga lewat perantara lisan Rasulullah loh! yuk simak hadits nya الْجَنَّةِ وَعَلِيٌّ فِي الْجَنَّةِ وَطَلْحَةُ فِي الْجَنَّةِ وَالزُّبَيْرُ فِي الْجَنَّةِ وَعَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ عَوْفٍ فِي الْجَنَّةِ وَسَعْدٌ فِي الْجَنَّةِ وَسَعِيدٌ فِي الْجَنَّةِ وَأَبُو عُبَيْدَةَ بْنُ الْجَرَّاحِ فِي الْجَنَّةِ . رواه الترمذيDari Abdurrahman bin Auf, ia berkata, Rasulullah saw. bersabda, “Abu Bakar di surga, Umar di surga, Usman di surga, Ali di surga, Thalhah di surga, Zubair di surga, Abdurrahman bin Auf di surga, Sa’ad di surga, Sa’id di surga, Abu Ubaidah bin Jarrah di surga.” HR. At-TirmidziTapi dengan semua keutamaan yang Abdurahman bin Auf miliki, itu semua tak membuatnya luput dan lupa untuk berdakwah dan beramal di jalan Allah, lho. Keren banget, ya!Lalu, amal sholeh apa yang dicontohkan beliau dalam berbisnis?Tadi sempat disinggung nih, kalau Abdurrahman bin Auf juga termasuk sahabat yang sering mendermakan hartanya di jalan Allah SWT. Yuk, lihat beberapa harta beliau yang digunakan di jalan bin Auf menyumbang sebanyak 4000 dirham, 500 kuda perang dan unta untuk keperluan Perang Tabuk pada tahun Kesembilan Hijrah. Menurut rumor, separuh dari harta yang bin Auf juga menyantuni para veteran Perang Badar yang masih hidup waktu itu dengan santunan sebesar 400 dinar emas sekitar Rp 480 juta per orang untuk veteran yang jumlahnya tidak kurang dari 100 bin Auf menjual tanah dengan harga dinar sekarang senilai Rp 43 Miliar uang sekarang dan dibagi kepada Bani Zuhrah, istri-istri Nabi Muhammad Saw, anak yatim dan fakir bin Auf menyumbangkan 700 ekor unta yang penuh dengan barang keperluan yang baru balik bersama rombongan bisnis kepada penduduk apa saja yang diambil oleh Abdurahman bin Auf dalam menyeimbangkan bisnis dan kedekatannya dengan Allah?a. Percaya diri dan mandiriPercaya diri dan mandiri ini penting banget untuk dijadikan modal dasar dalam berbisnis loh teman-teman. Hal ini dicontohkan Abdurahman bin Auf ketika hijrah ke Madinah tanpa membawa hartanya dan ditawarkan setengah harta orang terkaya di madinah saat itu, Saad bin Rabi’. Beliau menolak tawaran tersebut dan hanya meminta untuk ditujukan di mana pusat penjualan di Madinah. Benar saja, hanya beberapa hari beliau menjadi salah satu orang terkaya di Madinah saat itu. Kira-kira kalau kita di posisi beliau saat itu akan pilih apa ya?b. Bisnis halal modal, proses, hingga penjualanAneh dan lucu ya, jika kita paham bahwa Allah satu-satunya pemberi rezeki tapi di saat bersamaan kita melakukan hal yang tidak Allah ridhoi untuk menjemput rezeki-Nya. Gak hanya sumber modal nih, tetapi proses hingga penjualan pun juga harus mencari Ridha-Nya. Karena rasa takut kepada Allah SWT, Abdurahman bin Auf selalu memastikan semua dalam koridor hukum-hukum Islam yaitu Al-Quran dan bimbingan Rasulullah. Ini disebabkan sahabat Abdurahman bin Auf sangat paham bahwa semua yang dilakukannya akan sama juga gak kalah penting nih. Hal ini dapat kita teladani dari sahabat Abdurahman bin Auf. Ketika beliau berkumpul di tengah kelompok khafilah dagangannya tidak bisa dibedakan mana Abdurrahman bin Auf mana karyawannya. Di dalam sebuah tim, kebersamaan sangat diperlukan walaupun ia adalah pemilik khafilah dagang namun ia tetap turun langsung mengurus khafilah dagangannya. Ia selalu menjunjung tinggi arti kerja sama dengan semua rekannya. Keren banget, kan?d. Melakukan ekspor-imporGak hanya sekitar Makkah dan Madinah, beliau juga melakukan ekspor-impor barang. Dengan begitu, wilayah pasar Abdurahman bin Auf kian meluas bahkan sampai luar jazirah Arab loh! Dengan cara ini, target pembelinya akan semakin luas dan bertambah banyak. Sehingga, prospek penjualan menjadi Menjaga kepercayaan relasi bisnisKepercayaan pelanggan atau konsumen adalah hal yang harus diprioritaskan dalam berdagang. Seperti halnya Abdurahman bin Auf yang selalu teliti memastikan bahwa barangnya tidak ada yang cacat atau rusak. Dengan cara ini, beliau membangun kepercayaan relasinya juga menunjukan integritasnya sebagai seorang pengusaha muslim yang tertanam pada dirinya. Walaupun dijamin masuk surga, tapi kalian tau gak sih bahwa beliau dikabarkan Nabi akan masuk surga secara perlahan?. Tapi jangan salah, beliau bukan karena kurang amalnya, akan tetapi karena seluruh hartanya yang melimpah itu akan dihisab satu per satu. Dari sini, motivasi beliau dalam bersedekah kian bertambah. Ia tidak pernah perhitungan dalam sedekahnya sampai-sampai masyarakat Madinah mengakui kemurahan hatinya. g. Kualitas barang dan pelayananPelayanan yang diberikan Abdurahman bin Auf bukan memang luar biasa banget nih. Mengutip hadits Rasulullah yang berbunyi “Katakanlah kebenaran walau itu pahit” Abdurrahman bin Auf selalu memberitahukan kepada konsumen di mana letak cacat atau kekurangan dan akan menurunkan harganya. Panutan banget kan sahabat Rasulullah yang satu ini!Nah, dari strategi Abdurahman bin Auf tadi pastinya banyak banget teladan-teladan yang bisa kita ambil. Dari mulai nilai kejujuran, kepercayaan diri, dan kemandirian. Hal tersebut ia raih enggak jauh dengan mengikuti syariat yang telah Allah perintahkan. Dengan gaya hidup yang sederhana ia memilih untuk mendermakan banyak hartanya di jalan Allah. Kalau beliau saja yang dijuluki sahabat terkaya Rasulullah dan ada jaminan baginya surga masih berusaha untuk mencari harta untuk didermakan di jalan Allah, lantas siapa kita yang gak punya jaminan surga tapi masih bersusah payah mencari harta hanya untuk kesenangan dunia semata? Semoga kelak kita bisa disatukan lagi di surga-Nya kasih sudah membaca sampai akhir. Semoga banyak manfaat yang bisa diambil Perniagaan yang sukses menjadi impian hampir setiap orang yang berniat memiliki usaha. Baik itu usaha kecil ataupun usaha skala besar akan membutuhkan strategi bisnis yang sukses. Berbisnis tentu di lakukan dengan berbagai tahapan dan perencanaan terlebih dahulu dan dapat berkaca dari pengalaman yang pernah membuahkan kesuksesan. Adalah sahabat Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam, Abdurrahman Bin Auf sepanjang hayatnya berprofesi menjadi pedagang muslim yang sukses pada zamannya. Pada kajian Kasensor sebelumnya yaitu, “Tips Sukses Abdurrahman Bin Auf, Sahabat Nabi yang Menjadi Pebisnis Sukses.” pada Senin 10/1/2022 sudah membahas 4 tips sukses sebelumnya yang akan kita simak dalam artikel berikut. Siapa Abdurrahman Bin Auf itu?Abdurrahman Bin Auf, Sosok yang Dikenal sebagai Saudagar Muslimوَابْتَغِ فِيْمَآ اٰتٰىكَ اللّٰهُ الدَّارَ الْاٰخِرَةَ وَلَا تَنْسَ نَصِيْبَكَ مِنَ الدُّنْيَا وَاَحْسِنْ كَمَآ اَحْسَنَ اللّٰهُ اِلَيْكَ وَلَا تَبْغِ الْفَسَادَ فِى الْاَرْضِ ۗاِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ الْمُفْسِدِيْنَPernah Berinfak hingga 16 MilyarYuk, Subscribe Sekarang Juga!Tiga Poin Strategi Kesuksesan Bisnis Abdurrahman Bin Auf1. Memilih Target Pasar2. Stalking, Mengetahui Kebutuhan Pasar3. Tahu Level dan Tingkatan Harga yang Tepatيٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تَأْكُلُوْٓا اَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ اِلَّآ اَنْ تَكُوْنَ تِجَارَةً عَنْ تَرَاضٍ مِّنْكُمْ ۗ وَلَا تَقْتُلُوْٓا اَنْفُسَكُمْ ۗ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيْمًاRelated posts Siapa Abdurrahman Bin Auf itu? Rayk Manggala Syah Putra selaku anggota Sharia Council Evermos sebagai pemateri dari Kajian Senin Sore KASENSOR kali ini berjudul “Strategi Bisnis Sukses Ala Abdurrahman Bin Auf Radhiyallahu Anhu Part 2” di Senin, 17/1/2022 sore lalu. Menurutnya, salah satu sahabat Nabi yang terjamin masuk syurga tersebut juga patut menjadi contoh bagi para pebisnis masa kini yang di anugerahi kekayaan oleh Allah Ta’alla. Abdurrahman Bin Auf memiliki nama lengkap Abdurrahman bin Auf bin Abdu Auf bin Abu bin Harits bin Zuhrah bin Killab bin Murrah bin Ka’ab bin Lu’ay, Al-Qurasyi Az-Zuhri Al-Makki dan Al-Madani. Ia di lahirkan di Makka pada tahun gajah, dengan usia lebih muda sepuluh tahun dari usia Rasullullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, dan lebih tua 3 tahun dari Umar bin Khattab. Sebagai salah satu Assabiqunal Awwalun atau orang-orang pertama yang menerima ajaran Islam dalam hidupnya sehingga mengetahui seluk beluk rintangan dakwah dari Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam. Abdurrahman Bin Auf, Sosok yang Dikenal sebagai Saudagar Muslim Pada kajian KASENSOR sebelumnya, Rayk Manggala Syah Putra di pandu bersama Host Mas Pri membahas empat tips sukses berdagang ala Abdurrahman Bin Auf. Ada terdapat 4 bahasan yaitu Thoriqul Haq, Al-Iman, Al Istianah dan Istifadah sebelumnya dalam strategi bisnis sukses ala Abdurrahman bin Auf. Rayk Manggala Syah Putra memberikan pernyataan bahwa sebagai pengusaha muslim kita seharusnya bercermin pada sejarah, “Kita berusaha bercermin dengan sosok beliau Abdurrahman bin Auf dan mengambil pelajaran dari sosok beliau, rasanya role model satu ini paling cocok karena banyak sejarah yang mengungkapkan fakta positif seputar beliau.” Motivasi yang dapat kita ambil tentunya sebagai seorang muslim dapat meyakini bahwa seseorang yang mendapat kekayaan di sebabkan karena kedermawanannya dan keimannannya sehingga rahmat Allah tersebut turun kepadanya. Ternyata dalam AL-Quran sendiri telah menginformasikan kepada kita bahwasanya mencari rezeki itu sebagian merupakan modal akhirat juga. Hal tersebut terdapat dalam surah Al-Qasas ayat 77 yang berbunyi sebagai berikut, وَابْتَغِ فِيْمَآ اٰتٰىكَ اللّٰهُ الدَّارَ الْاٰخِرَةَ وَلَا تَنْسَ نَصِيْبَكَ مِنَ الدُّنْيَا وَاَحْسِنْ كَمَآ اَحْسَنَ اللّٰهُ اِلَيْكَ وَلَا تَبْغِ الْفَسَادَ فِى الْاَرْضِ ۗاِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ الْمُفْسِدِيْنَ Yang artinya ”Dan carilah pahala negeri akhirat dengan apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu, tetapi janganlah kamu lupakan bagianmu di dunia dan berbuatbaiklah kepada orang lain sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berbuat kerusakan.” “Allah Subhannallahu Wa Ta’ala berfirman di sini carilah apa yang telah Allah anugerahkan, dengan tujuan utamanya mencari kebahagiaan di akhirat dan jangan lupakan bagian dari kita bahwa ada kenikmatan dunia bagian dari porsi yang benar.” lanjutnya. Jadi, yang perlu kita pahami dari dialog tersebut adalah bahwa mencari kekayaan bukanlah hal yang di larang dalam Islam. Islam sendiri juga menganjurkan bagi para pemeluknya untuk mencari keberkahan dari rezeki yang di dapat, bukan dalam artian sombong atau sengaja berlebih-lebihan. “Parameter zuhud itu adalah orang yang meletakkan dunia itu di tangan bukan di dalamnya hatinya.” kata anggota Sharia Council Evermos itu. Pernah Berinfak hingga 16 Milyar Selain amal sholehnya yang mendorong gerak peradaban Islam pada masanya, Abdurrahman Bin Auf juga memiliki sifat yang sangat dermawan. Baginya, harta yang dimiliki tidaklah berarti apa-apa dan ini dapat menjadi role model bagi kita sebagai pengusaha yang bertekad untuk sukses dunia dan akhirat nantinya. “Kalau infak itu dia tidak hanya mengeluarkan 100 ribu 200 ribu tetapi sudah ribuan dinar. Bahkan ketika saya membaca kitab berkaitan dengan Abdurrahman bin Auf beliau menginfakkan hartanya sekitar dinar, yah anggaplah satu dinar itu setara 4,25 gram emas sekarang dan 1 gram emas sudah satu juta.” Mas Pri menambahkan, “Jadi 16 milyar rupiah untuk infak ya. Masya Allah.” Bayangkan, adakah dari kita yang pernah berinfak dengan nilai yang begitu besarnya? Ataukah masih menimbang untung dan ruginya dari harta yang kita sisihkan untuk urusan umat? Yuk, Subscribe Sekarang Juga! Dari pernyataan dan fakta ini saja dapat membuktikan bahwa amalan yang mungkin kita lakukan tidak berarti apa-apa daripada amalan shalihnya. Dengan berinfak, kita dapat membersihkan harta dan jiwa kita sehingga harta yang Allah titipkan melalui rezeki pekerjaan, perniagaan dan lainnya dapat lebih berkah dan menjadi ladang pahala. Tiga Poin Strategi Kesuksesan Bisnis Abdurrahman Bin Auf Menuju pembahasan yang paling kita tunggu-tunggu yaitu bagaimana cara Abdurrahman Bin Auf dapat menaklukan strategi bisnis sukses agar dapat membuahkan hasil yang melimpah? Mari simak terus artikel berikut untuk mendapatkan jawabannya, 1. Memilih Target Pasar Menurut KH. Hasim Asy’ari ini, cara dalam berbisnis ala Abdurrahman bin Auf ini melakukan metode memilih target pasar terlebih dahulu. Seperti sobat reseller Evermos dapat melihat ketika kita membuka aplikasi, akan melihat menu atur target pasar yang mana dapat memilih produknya apakah mayoritas di minati oleh perempuan, atau laki-laki salah satunya. Kemudian ada juga penetapan ruang lingkup pekerjaan seperti pebisnis, wiraswasta, atau PNS misalnya. Belum lagi juga ada kolom pendidikan terakhir begitu di dalam form untuk menentukan target pasar kita yang akan berguna sekali untuk menjangkau pelanggan di Evermos. “Tujuannya adalah untuk mengetahui pasar, Al-Bukhori juga mengatakan berilmu sebelum kita beramal, maka dari itu penting untuk melihat ilmu terlebih dahulu sebelum beramal. Sama seperti melihat aplikasi Evermos harusnya kita mempelajari terlebih dahulu aplikasinya.” tutur Rayk Manggala Syah Putra. 2. Stalking, Mengetahui Kebutuhan Pasar Strategi bisnis sukses berikutnya adalah dengan mengetahui segala macam informasi yang berkaitan dengan pasar. Terkadang kendala dalam mencari tahu apa kebutuhan pasar dengan kebanyakan melakukan asumsi seperti “kayanya ini bagus” akan tetapi yang harusnya jadi poin penting adalah butuh atau tidak butuhnya. “Kalau sekarang kita sudah lihat ya ada di Google Trend untuk melakukan riset gitu ya misalkan apaan yang laku ini, misalkan.” kata Rayk Manggala Syah Putra. Menurutnya, jika kita sedang menghadapi situasi yang urgent seperti membutuhkan uang kita dapat mencoba untuk menjualkan produk ke pasar dengan melihat kecenderungan pasar. Lebih bagus lagi jika kita mempelajari psikologi konsumen itu sendiri sehingga dapat mudah mengetahui apa yang di butuhkan olehnya dan tepat penawarannya. Cara termudah adalah dengan melakukan stalking pasar, yaitu dengan memperhatikan pasar siapa saja yang menjadi kompetitor dari usaha kita. Selain itu kita jadi belajar siapa saja yang memasok barangnya, distributornya dan dimana celah kekosongannya dari sistem tersebut misalnya untuk kita tawarkan selanjutnya. 3. Tahu Level dan Tingkatan Harga yang Tepat Kemudian mengetahui level dari konsumen dan penentuan tingkatan harga yang tepat, sebab tidak semua konsumen cocok dengan harga pasar di level ekslusif misalkan sebagai strategi bisnis sukses. Nah, salah satu contoh kasus menurut Rayk Manggala Syah Putra adalah ketika kita berjualan kurma. “Misalnya kita jual kurma kualitas rendah dengan target orang-orangnya yang memiliki penghasilan rendah menjadi target marketing, kecuali sebagian orang memiliki kemampuan ekonomi yang sesuai dengan penghasilannya dapat di sesuaikan.” ungkapnya. Selain mengetahui target pasar dengan level harga yang tepat untuk di tawarkan yang tak kalah pentingnya adalah sikap kejujuran. Kita tahu bahwa fenomena asal ada pembeli yang penting dapat uang tetapi menjualkan produk dengan berbohong atau harga tidak sesuai dengan ekspektasinya maka tidak akan membuahkan berkah. Hal ini tercantum dalam Al-Quran di Surah An-Nisa ayat 29, يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تَأْكُلُوْٓا اَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ اِلَّآ اَنْ تَكُوْنَ تِجَارَةً عَنْ تَرَاضٍ مِّنْكُمْ ۗ وَلَا تَقْتُلُوْٓا اَنْفُسَكُمْ ۗ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيْمًا Artinya “Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil tidak benar, kecuali dalam perdagangan yang berlaku atas dasar suka sama suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu. Sungguh, Allah Maha Penyayang kepadamu.” Setelah kita menawarkan kepada pembeli dengan mengungkapkan kondisi sebenarnya dari produk yang kita tawarkan dan pembeli ridho terhadapnya maka dapat melakukan transaksi. Dari ayat tersebut memberikan pengajaran bahwa permasalahan harga sudah ada marketnya sendiri, Allah lah yang akan menjamin dari rezeki tersebut dan jangan pernah takut untuk menjualnya. Kesimpulannya apapun rezeki yang sedang kita cari, tidak ada salahnya untuk giat mencapai muslim yang sukses. Sebab dalam Islam kegiatan seperti zakat, qurban dan naik haji juga akan memerlukan biaya tambahan yang dapat kita cari melalui perniagaan yang benar sesuai syariat Islam. Keyakinan kita terhadap Allah yang memberikan rezeki juga akan mempengaruhi ikhtiar kita, maka dari itu jangan menyerah dan tetap semangat untuk berikhtiar bersama Evermos. Belum bergabung dan ingin mencoba ikhtiar agar jadi saudagar muslim yang sukses? Anda bisa klik button di bawah berikut untuk di alihkan ke pendaftaran Evermos, GRATIS! KLIK DISINI UNTUK DAFTAR Demikianlah artikel mengenai “Strategi bisnis Sukses Ala Abdurrahman bin Auf Part II,” Semoga dapat menginspirasi Anda. Sebarkan juga link artikel berikut kepada orang terdekat Anda yang membutuhkannya agar dapat bermanfaat menjalankan ikhtiar di Evermos. Jangan lewatkan artikel menarik lainnya kunjungi Blog Evermos. Related posts Pebisnis ilustrasi. JAKARTA - Bagi pengusaha Muslim, nama Abdurrahman bin Auf tentu saja tidaklah asing. Nama sahabat nabi yang sangat kaya ini banyak dijadikan inspirasi dalam menjalankan bisnisnya. Sebab, sahabat yang satu ini bukan sekadar pengusaha yang kaya raya. Namun, ia juga seorang ulama zuhud, seorang veteran perang Badar yang gagah berani, dan seorang penyantun yang kedermawanannya sulit tertandingi. Dalam penuturan KH Hafidz Abdurrahman, semasa hidupnya Abdurrahman bin Auf telah membebaskan 50 ribu budak, membelanjakan separuh hartanya semasa hidup Nabi, dan menyan tuni istri Nabi sebesar 40 ribu dinar. Bukan hanya itu, ia juga memfasilitasi perjuangan Nabi dengan 500 ekor kuda dan 500 ekor unta. Untuk siapa pun yang telah menjatuhkan pilihan sebagai pengusaha Muslim, sudah seharusnya jika ia memiliki kesediaan dan kesadaran yang besar untuk belajar dari kiat bisnis sang pengusaha ulama ini. Seperti apa kiat bisnis Abdurrahman bin Auf yang pantas kita jadikan inspirasi dan teladan? BACA JUGA Update Berita-Berita Politik Perspektif Klik di Sini